LAHIRNYA KERONCONG KEMAYORAN
Tahun 1661 setelah Maluku berhasil diduduki oleh VOC, sekumpulan orang Portugis beserta keluarganya sebagian bermukim di kampung Tugu.Di kampung Tugu mereka membentuk budaya nya sendiri dan mendirikan perkumpulan orkestra masih bergaya Portugis juga.Banyak orang meyakini nama Kampung Tugu sendiri diambil dari kata Por-tugu-ese.Sulitnya orang Pribumi menyebut kata Portuguese,dengan membuang penyebutan awalan dan akhiran-nya.Maka disebutlah “Tugu”.Kemudian menjadi nama kampung itu: desa Tugu.
Sejarah awal masuk keroncong di Batavia erat kaitannya dengan keberadaan kampung/desa Tugu(sekarang menjadi wilayah Cilincing Jakarta Utara ).”Tanpa peranan orkestra Keroncong Tugu, musik keroncong Indonesia tidak akan pernah lahir seperti sekarang ini”(Viktor Ganap,2015).
Tahun 1920 di Batavia berdiri orkestra”Keroncong Lief de Java (Oud Batavia)”.Yang disponsori orang Belanda.Pemainnya pun campuran Belanda-Betawi.Mereka lantas memoderenisasi musik keroncong asal kampung Tugu itu kedalam irama Jazz, dengan tidak mengaburkan irama keroncongnya.Syairnya berbahasa Indonesia dalam lenggam Betawi-Melayu-dan Jawa.Peralatannya: gitar, melodi, ukulele (cuk), bass dan seruling.
Kehadiran pemusik keroncong Tugu awal mulanya sekedar untuk membawakan lagu-lagu yang bernuansa melankolis dalam bahasa Portugis.Seiring dalam perkembangannyannya, dari komunitas pemusik Tugu lahirlah orkestra Keroncong Kemayoran(1922). Orkestra Keroncong Kemayoran selalu mendapat panggilan dari orang-orang Belanda dan hartawan Cina untuk memeriahkan pesta perkawinan atau pesta-pesta ulang tahun di pemukiman-pemukiman Belanda-Eropa.
Alat-alat musik yang dipakai Orkestra Kemayoran pada masa itu memang sesuai dengan ciri khas alat musik Keroncong: Biola, Ukulele (Cak), Rebana dan Gitar pengiring.Orkestra Kemayoran selalu tampil dengan berpakaian seragam khas Betawi, yaitu jas tutup dan kain batik.Lagu Keroncong Kemayoran kemudian mulai di populerkan oleh Benyamin Sueb yang merupakan ikon Betawi saat itu.
Pada tahun 1929 di daerah Kemayoran berdiri Orkes Keroncong Fajar oleh bapak Suratman. Sebagai penyanyi: Suratmi dan Safi’i. Peralatan yang dipergunakan ditambah dengan alat-alat musik yang mulai beranjak lebih modern: Ukulele (Cuk), Cello, Bass dan Gitar Melodi.
Kini, lebih kurang hampir seabad lamanya Keroncong mengalami banyak perubahan.Lagu keroncong Kemayoran, Moressco, dan Cafrinyo (Kaparinvo), merupakan syair Keroncong asli Kemayoran yang merakyat di zaman itu. Syair lagunya memang lahir dari Keroncong Tugu, tapi penciptanya sampai kini tidak diketahui.
Lirik lagu Keroncong Kemayoran;
La la la la la la la laaa
Laju laju perahu laju
Jiwa manis indung disayang
La la la la la la la la oo
Lajulah sampai lajulah sampai ke Surabaya
Ikan pepes dari Cianjur
Kantongnya kempes pacarnya kabur
La la la la la la la laaa
Biarlah lupa kain dan baju
Jiwa manis indung disayang
La la la la la la la la oo
Janganlah janganlah lupa suara saya
Buah Kedondong di pinggir kali
Lagu keroncong merdu sekali
La la la la la la la laaa
Terang bulan terang di kali
Jiwa manis indung disayang
La la la la la la la la oo
Buaya timbul buaya timbul disangka mati
Makan bubur di pagi hari
Kekasih kabur cepat cari ganti
La la la la la la la laaa
Jangan percaya mulut lelaki
Jiwa manis indung disayang
La la la la la la la la oo
Berani sumpah berani sumpah hai kawin lagi
Burung dara tinggi terbangnya
Dengar suara ini orangnya
La la la la la la la laaa
Ani-ani bukannya wajah
Jiwa manis indung disayang
La la la la la la la la oo
Buat memotong buat memotong padi di sawah
Dari Malang ke Surabaya
Jikalau pulang bersama-sama
La la la la la la la laaa
Saya nyanyi memang sengaja
Jiwa manis indung disayang
La la la la la la la la oo
Untuk menghibur untuk menghibur hati yang luka
Kedongdong di atas peti
Ini Keroncong mohon berhenti
Kedongdong di atas peti
Ini Keroncong mohon berhenti

No comments:
Post a Comment