Friday, December 25, 2020

justinus vinck


Justinus Vinck

Justinus Vinck adalah seorang tuan tanah yang memiliki tanah di Weltevreden. Pada tahun 1735, Justinus Vinck membuka Pasar Senen dan Pasar Tanah Abang. Justinus Vinck juga membangun jalan penghubung timur-barat untuk menghubungkan Pasar Senen dan Pasar Tanah Abang, jalan tersebut adalah Jl. Prapatan dan Jl. Wahid Hasyim. Justinus Vinck juga membangun jembatan pada tahun 1737 dengan tujuan memperlancar arus jual-beli. Jalan tersebut melewati Kampung Lima, Jembatan Prapatan sampai Simpang Senen-Kramat, yang merupakan jembatan pertama yang menghubungkan timur dan barat Jakarta. Justinus Vinck membangun Landhuis Cilincing atau Rumah Veteran pada tahun 1970 dan Gereja Tugu pada tahun 1744 hingga 1747. [1]

ReferensiSunting

  1. ^ Yayasan Untuk Indonesia (2005). Ensiklopedia Jakarta: Culture & Heritage (Budaya & Warisan Sejarah). Jakarta: Yayasan Untuk Indonesia. ISBN 979-8682-49-1.

Thursday, December 24, 2020

addas


Addas

Addas adalah seorang budak laki-laki muda Nasrani yang tinggal di Taif, sebuah wilayah pegunungan di selatan Makkah, pada zaman Muhammad. Berasal dari Niniwe, ia menjadi orang pertama dari provinsi barat Taif yang menjadi mualaf.[1][2]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

CatatanSunting

  1. ^ An unpleasant welcome in Taa'if Diarsipkan November 27, 2010, di Wayback Machine.
  2. ^ What is the divine purpose for sending prophets?

babarosa


Khairuddin Barbarossa

Khairuddin Barbarossa lahir 1475PaleokiposYunani adalah seorang panglima perang yang berhasil memenangkan beberapa pertarungan. Nama Barbarossa artinya janggut merah. Orang besar yang berjanggut merah dalam sejarah dunia ada tiga, yaitu kaisar Frederick I Romawi (1123-1190) dan kakak beradik Oruc dan Khairuddin dari Turki.

Gambaran Hayreddin Barbarossa

Awal gerakan Barbarossa Bersaudara dimulai saat kapal keluarga mereka diserang oleh kapal bernama Knight of Rhodes. Dalam penyerangan itu, adik bungsu mereka tewas. Sejak itu, Aruj dan Hayreddin melakukan aksi pembajakan pada kapal-kapal militer yang dimiliki kerajaan-kerajaan Kristen. Aksi-aksi Aruj dan Hayreddin yang menggemparkan membuat mereka ditakuti serta disegani militer Kristen.

Masa kejayaanSunting

Khairuddin dan Arouj bin Yakub

Sultan Selim I penguasa Utsmani kesembilan. Berkuasa pada 1512 - 1520. Sultan Selim I mengangkat Arouj dan Khairuddin bin Yakub sebagai panglima armada laut Ottoman. Apa yang membuat Sultan Salim I percaya pada Khairuddin?

Khairuddin yang membantu di kedai ayahnya di pulau Lesbos sering mendengar cerita para pelaut muslim. Tertarik, tahun 1498 bersama saudara-saudara laki-lakinya menjadi prajurit laut pada usia 20 tahun. Hanya dalam waktu lima tahun mereka terkenal sebagai pasukan patroli laut yang handal. Memimpin armada patroli di tepi Mediterania. Ada suatu masa di tahun 1514 ketika Khairuddin memimpin pertempuran laut dan menaklukkan armada Spanyol.

Setahun setelah resmi menjadi Kapudan Pasha (Panglima Angkatan Laut) Kekhalifahan Utsmaniyah, pada 1516 Khairuddin menggempur dan membebaskan Aljazair. Pada tahun 1518 Spanyol berhasil mempengaruhi penguasa kota Tlemcen (Tilmisan), Aljazair bagian barat, untuk memberontak. Aruj kemudian memimpin pasukan untuk berangkat ke Tlemcen. Pemerintahan Aljazair sementara diserahkannya pada Khairuddin.

Pada 1519, Khalifah mengangkat Khairuddin sebagai Bakhlair Baik atau wakil Khalifah untuk wilayah Aljazair dan sekitarnya. Kemudian Khairuddin juga ditugasi memimpin pasukan pasukan elit Utsmani, Yanisari.

Pertempuran besar terjadi di Pulau Penon, MarokoSpanyol mencoba merebut Aljazair kembali pada 1529. Armada Spanyol berhasil ditaklukkan dalam 20 hari. Khairuddin menyisir pantai Afrika dan menaklukkan Tunisia pada 1531.

Pada 1533, Khairuddin menyerbu Spanyol dan membebaskan lebih dari 70.000 orang muslim dan mengirim mereka ke Maroko.

Pada tahun 1535 pasukan gabungan Spanyol dan Genoa pimpinan Charles V dan Andrea Doria menyerang Tunisia dengan kekuatan 25.000 pasukan dan 500 kapal. Pertempuran berjalan tidak imbang. Tunisia jatuh ke tangan Spanyol. Pada tahun-tahun selanjutnya, Khairuddin mengalami banyak kekalahan. Lebih sering bermarkas di Beleares dan merampas kapal-kapal Portugis maupun Spanyol di selat Gibraltar.

Pada tahun 1538, Paus Paulus III mengorganisir pasukan tempur yang terdiri dari orang-orang Spanyol, Malta, Genoa, Venesia, dan Negara-Negara Kepausan. Pasukan ini diberi nama “Liga Suci” dan dipimpin oleh Laksamana Andrea Doria. Mereka memiliki misi untuk mengalahkan Barbarossa dan armada Utsmaniyyah.

Dalam pertempuran Preveza, Barbarossa menang telak atas Andrea Doria. Armada Barbarossa menenggelamkan 10 kapal Liga Suci, merebut 36 lainnya, dan membakar tiga, tanpa kehilangan satu galley pun. Mereka juga menangkap sekitar 3.000 pelaut Kristen. Walaupun demikian, 400 orang pasukan Barbarossa juga tewas, dan 800 lainnya terluka. Keesokan harinya, meski mendapat desakan dari kapten lainnya untuk tetap bertempur, namun Andrea memerintahkan orang-orang yang selamat di Armada Liga Suci untuk mundur.

Kerajaan-kerajaan Kristen di Eropa tidak tinggal diam. Armada laut diperkuat. Uni Eropa masa awal di bawah panji salib harus diciptakan melawan Islam. Pertempuran-pertempuran laut terjadi. Armada laut Khairuddin kocar-kacir. Bahkan Libya jatuh ke tangan Spanyol dan Inggris (Britania Raya) pada 1551.

Sementara di Persia, kekuasaan Shah Ismail I makin menguat. Pendiri dinasti Safawi yang bertahan sampai 1736. Ismail memproklamirkan dirinya pada tahun 1500 sebagai pemimpin Safaviyah dari mazhab Syiah Dua Belas Imam. Berkuasa tahun 1501-1524.

Kekuasaan emperium Persia ini meliputi Iran, Azerbaijan, Armenia, sebagian Georgia, Kaukasus utara, Irak, Kuwait, dan Afganistan, serta menguasai sebagian wilayah modern Suriah, Pakistan, Uzbekistan, dan Turkmenistan. Ini menggerogoti kekhalifahan Utsmaniyah.

Jadi kekhalifahan Utsmaniyah dihimpit perang dengan kerajaan-kerajaan Eropa, digerogoti makin meluasnya kekuasaan Persia di Asia tengah dan utara serta pemberontakan kesultanan-kesultanan di semenanjung Arab dan Mesir.

Tahun 1546, dalam usia senja 78 tahun, Khairuddin Barbarossa memimpin pasukan untuk merebut Malta dari tangan Knight of St. John dari Britania Raya. Namun dalam pertempuran itu, Khairuddin gugur. Khairuddin dimakamkan di Istanbul, Turki.

Bacaan lanjutanSunting

Pranala luarSunting

Friday, November 27, 2020

Bila ingin tahu tentang telaga, bertanyalah kepada angsa. Bila ingin tahu tentang hutan, bertanyalah kepada gajah. Bila ingin tahu tentang laut, bertanyalah kepada ikan. Bila ingin tahu tentang bunga, bertanyalah kepada kumbang

Thursday, November 12, 2020

Tuesday, October 27, 2020

kuda sumba


Wikipedia

Kuda sandel, atau lebih lengkap kuda Sandalwood pony, adalah kuda pacu asli Indonesia yang dikembangkkan di Pulau Sumba. Konon kuda ini memiliki moyang kuda arab yang disilangkan dengan kuda poni lokal (grading up) untuk memperbaiki sejumlah penampilannya. Nama "sandalwood" sendiri dikaitkan dengan cendana ("sandalwood") yang pada masa lampau merupakan komoditas ekspor dari Pulau Sumba dan pulau-pulau Nusa Tenggara lainnya.

Kuda poni Sumba telah lama (foto tahun 1920-an) menjadi alat transportasi.

Menurut catatan J. de Roo pada tahun 1890, kuda telah menjadi komoditi perdagangan orang Sumba ke daerah lain di Nusantara paling tidak sejak 1840 melalui Waingapu yang kebanyakan dilakukan oleh bangsawan setempat.[1]. Populasinya sempat menurun menjelang pertengahan abad ke-20 akibat meluasnya penyakit dan juga persaingan dari ternak sapi ongole Sumba. Pada masa kini, perbaikan mutu dan penampilan kuda sandel telah menjadi program nasional, dilakukan melalui program pemuliaan murni dan grading up dengan persilangan terhadap kuda "thoroughbred" asal Australia untuk kecepatan dan tenaga.[2]

Kuda sandel memiliki postur rendah bila dibandingkan kuda-kuda ras dari Australia atau Amerika. Tinggi punggung kuda antara 130 - 142 Cm. Banyak dipakai orang untuk kuda tarik, kuda tunggang dan bahkan kuda pacu. Keistimewaannya terletak pada kaki dan kukunya yang kuat dan leher besar. Ia juga memiliki daya tahan (endurance) yang istimewa. Warna rambutnya bervariasi: hitam, putih, merah, dragem, hitam maid (brownish black), bopong (krem), abu-abu (dawuk), atau juga belang (plongko).

Kuda ini sampai sekarang masih merupakan kuda yang diternakkan di Pulau Sumba dan dikirim ke pulau-pulau lain seperti Jawa, Madura, dan Bali untuk dipergunakan sebagai kuda tarik, kuda tunggang serta kuda pacu. Lomba pacuan kuda sandel masih bisa dinikmati di berbagai daerah di Indonesia terutama di Jawa, Madura, dan, tentu saja, Sumba.

Kabupaten Sumba Timur memasukkan kuda sandel pada lambang daerahnya.


Catatan kakiSunting

  1. ^ Artikel tentang Kabupaten Sumba Timur dari arsip Kompas Online edisi 31 Mei 2002
  2. ^ Ministry of Agriculture Republic of Indonesia, "A National Policy for Management of Farm Domestic Animal Genetic Resources in Indonesia", 1997. p. 4

Pranala luarSunting

sembrani


Wikipedia

Kuda Sembrani adalah hewan mitologi yang diambil dari cerita legenda masyarakat Nusantara yang menggambarkan seekor kuda bersayap yang dapat terbang dan sangat berani. Dalam cerita pewayangan kuda Sembrani adalah kuda tunggangan Batara Wisnu. Sementara menurut hikayat rakyat Jawa, Sembrani merupakan alat transportasi bagi raja, ratu dan senopati yang konon menurut cerita bila bepergian selalu menggunakan kuda Sembrani agar dapat dengan mudah dan cepat sampai ditujuan.

Kuda Sembrani
Makhluk misterius
NamaKuda Sembrani
KelompokKriptid
SubkelompokKuda
Asal
NegaraIndonesia
DaerahJawa
HabitatHutan hujan

Dalam budaya populer, kuda Sembrani sering dianggap sama dengan Pegasus, meskipun keduanya berbeda dan Kuda Sembrani tidak memiliki konotasi dari mitologi Yunani. Sebuah padanan yang lebih tepat untuk Kuda Sembrani mungkin adalah Kuda Terbang atau Kuda Mistik.

hibakusha


Wikipedia

Korban-korban selamat dari serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki disebut hibakusha (被爆者), sebuah kata Jepang yang secara literal diterjemahkan sebagai "orang yang terkena ledakan" dan digunakan untuk merujuk kepada orang yang terkena radiasi dari serangan bom tersebut.

Seorang korban dari serangan bom atom di Hiroshima, ia mengalami luka bakar; susunan di kulitnya berasal dari kimono yang ia kenakan pada saat serangan bom tersebut.

Pengakuan resmiSunting

Hukum Pemulihan Korban Selamat Bom Atom mendefinisikan hibakusha sebagai orang-orang yang masuk dalam salah satu kategori berikut ini: berada pada beberapa kilometer dari hiposenter bom tersebut; berada pada 2 km dari hiposenter pada dua minggu serangan bom tersebut; terkena radiasi dari penjatuhan; atau belum lahir pada saat itu namun dikandung oleh wanita hamil yang termasuk dari kategori-kategori tersebut.[1] Pada 31 Maret 2015, 183,519 hibakusha diakui oleh pemerintah Jepang, kebanyakan diantaranya tinggal di Jepang.[2] Pemerintah Jepang mengakui sekitar 1% diantaranya mengalami penyakit yang disebabkan oleh radiasinya.[3]

Tempat-tempat peringatan di Hiroshima dan Nagasaki berisi daftar-daftar nama dari hibakusha yang diketahui telah meninggal sejak serangan bom tersebut. Diperbaharui setiap tahun pada hari peringatan serangan bom tersebut, Pada Agustus 2014 tempat-tempat peringatan tersebut mencatat nama lebih dari 450,000 hibakusha; 292,325 di Hiroshima[4] dan 165,409 di Nagasaki.[5]

Pemanandangan panorama dari sebuah monumen yang menandai hiposenter, atau titik nol, dari peledakan bom atom di Nagasaki.
Para warga Hiroshima sedang berjalan di Tempat Peringatan Perdamaian Hiroshima, sebuah bangunan yang sangat dekat dengan Titik Nol dari serangan bom atom di kota tersebut.
Sebuah foto dari luka punggung Sumiteru Taniguchi yang diambil pada Januari 1946 oleh seorang fotografer Marinir A.S.

Pada 1957, Parlemen Jepang membuat sebuah hukum yang memberikan pelayanan pengobatan gratis bagi hibakusha. Pada 1970an, hibakusha non-Jepang yang selamat dari serangan bom atom tersebut mulai meminta hak untuk pelayanan pengobatan gratis dan hak untuk tinggal di Jepang untuk persiapan. Pada 1978, Dewan Tinggi Jepang memberikan pula orang-orang tersebut pelayanan pengobatan gratis ketika singgah di Jepang.[6] [7]

Korban selamat KoreaSunting

Pada masa perang tersebut, Jepang membawa beberapa orang Korea ke Hiroshima dan Nagasaki untuk bekerja sebagai buruh paksa. Menurut perkiraan saat ini, sekitar 20,000 orang Korea tewas di Hiroshima dan sekitar 2,000 orang tewas di Nagasaki. Perkiraan tersebut memperkirakan bahwa satu dari tujuh korban Hiroshima adalah keturunan Korea.[8] Selama beberapa tahun, orang-orang Korea mengalami masa yang sulit dalam berjuang untuk dianggap sebagai korban bom atom.[9]

Korban selamat Jepang AmerikaSunting

Adalah sebuah praktik umum sebelum perang bagi Issei Amerika atau imigran generasi pertama, dalam hal membawa anak-anak mereka pada kunjungan ke Jepang untuk studi atau mengunjungi kerabat. Kebanyakan orang Jepang berimigrasi ke AS dari Hiroshima ketimbang dari prefektur lainnya, dan Nagasaki juga mengirimkan sejumlah besar imigran ke Hawai'i dan daratan utama. Selain itu, terdapat pula sejumlah besar Nisei dan Kibei kelahiran Amerika tinggal di kampung halaman orangtuanya Hiroshima dan Nagasaki pada waktu serangan bom atom. Jumlah sebenarnya dari Jepang Amerika yang terkena serangan bom tidak diketahui — meskipun diperkirakan berjumlah sekitar 11,000 orang di kota Hiroshima sendiri — namun sekitar 3,000 orang diantaranya diketahui selamat dan kembali ke AS setelah perang tersebut.[10]

Kelompok kedua dari hibakusha yang menjadi korban selamat Jepang Amerika adalah orang-orang yang datang ke AS pada arus imigrasi Jepang berikutnya pada 1950an dan 1960an. Kebanyakan orang dari kelompok ini lahir di Jepang dan berpindah ke AS untuk tujuan pendidikan dan pekerjaan pada masa pasca perang Jepang. Beberapa diantaranya adalah "tunangan perang," atau wanita Jepang yang dinikahi pria Amerika berkaitan dengan pekerjaan militer AS di Jepang.[10]

Pada 2014, terdapat sekitar 1,000 hibakusha Jepang Amerika yang tercatat tinggal di Amerika Serikat. Mereka diberi dukungan keuangan dari pemerintah Jepang dan pemeriksaan kesehatan dwitahunan dengan para dokter Hiroshima dan Nagasaki yang familiar dengan masalah yang dialami korban selamat serangan bom atom. Pemerintah AS tidak memberikan dukungan kepada hibakusha Jepang Amerika.[10]

Korban selamat asing lainnyaSunting

Meskipun satu warga negara Persemakmuran Inggris[11][12][13][14][15] dan tujuh tahanan perang Belanda (dua nama diketahui)[16] tewas dalam serangan bom di Nagasaki, setidaknya dua tahanan perang dikabarkan tewas pada masa pasca perang karena kanker yang disebabkan oleh bom atom tersebut.[17][18] Satu tahanan perang Amerika, Joe Kieyoomia, yang berada di Nagasaki pada waktu serangan bom tersebut namun selamat, dikabarkan mendapatkan efek dari bom tersebut.[19]

Korban selamat bergandaSunting

Orang-orang yang mengalami efek dari kedua serangan bom tersebut dikenal sebagai nijū hibakusha di Jepang.

Sebuah dokumenter yang berjudul Twice Survived: The Doubly Atomic Bombed of Hiroshima and Nagasaki diproduksi pada 2006. Para produser menemukan 165 orang yang merupakan korban dari kedua pengeboman tersebut, dan produksi tersebut ditayangkan di Perserikatan Bangsa-Bangsa.[20]

Pada 24 Maret 2009, pemerintah Jepang secara resmi mengakui Tsutomu Yamaguchi (1916–2010) sebagai hibakusha berganda. Tsutomu Yamaguchi dikonfirmasikan berada di jarak 3 kilometer dari titik nol di Hiroshima pada saat kunjungan bisnis ketika sebuah bom dijatuhkan. Ia terbakar secara serius pada sisi kirinya dan menjalani semalaman di Hiroshima. Ia kembali ke kota tempat tinggalnya Nagasaki pada 8 Agustus, sehari sebelum sebuah bom dijatuhkan di Nagasaki, dan ia terkena radiasi residu ketika mencari kerabat-kerabatnya. Ia adalah korban selamat dari kedua pengeboman tersebut pertama yang diakui secara resmi.[21] Tsutomu Yamaguchi meninggal pada usia 93 tahun pada 4 Januari 2010 karena kanker lambung.[22]

DiskriminasiSunting

Seorang hibakusha, orang selamat dari pengeboman atom Nagasaki, mengisahkan kaum muda tentang pengalamannya dan menampilkan gambar-gambar di gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa di Wina, pada saat NPT PrepCom 2007.

Hibakusha dan anak-anaknya merupakan (dan masih menjadi) korban-korban diskriminasi yang terjadi dalam pernikahan dan pekerjaan[23] karena ketakutan masyarakat terhadap akibat penyakit radiasi. Sebagian besar masyarakat percaya bahwa penyakit tersebut terwariskan atau menular.[24] Pada kenyataannya, tidak ada peningkatan gangguan kelahiran yang ditemukan pada anak-anak yang lahir dari korban-korban senjata nuklir yang digunakan di Hiroshima dan Nagasaki, atau menemukannya pada anak-anak korban selamat kanker yang sebelumnya diberi radioterapi.[25][26][27][28]

Buku Studs Terkel The Good War mencantumkan kisah dari dua hibakusha. Salah satu kutipannya tertulis:

Terdapat diskriminasi di Jepang terhadap hibakusha. Diskriminasi tersebut kemudian juga ditujukan kepada anak-anak mereka: secara sosial serta ekonomi. "Tak hanya hibakusha, namun anak-anak mereka, menolak bekerja," kata Mr. Kito. "Beberapa diantaranya tidak ingin masyarakat mengetahui bahwa mereka adalah hibakusha."

— Studs Terkel (1984), The Good War.[29]

Konfederasi Jepang untuk Korban Bom (日本被団協 Nihon Hidankyō) adalah sebuah kelompok yang dibentuk oleh hibakusha pada 1956 dengan tujuan membujuk pemerintah Jepang untuk memberi dukungan kepada para korban dan melobi pemerintah untuk meniadakan senjata nuklir.[30]

KesehatanSunting

TokohSunting

RepresentasiSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Overseas Atomic Bomb Survivors Support Program". Atomic Bomb Survivors Affairs Division Health And Welfare Department Nagasaki prefectural Government. Diakses tanggal 2007-08-25.
  2. ^ "Hiroshima marks 70th anniversary of A-bombing"Yomiuri Shimbun. 6 Agustus 2015. Diakses tanggal 2015-08-09.
  3. ^ "Relief for A-bomb victims"The Japan Times. 2007-08-15. Diakses tanggal 2007-10-02.
  4. ^ Sindhu, Jamshed (8 Agustus 2014). "Hiroshima commemorates 69th anniversary of nuclear bomb"NewsPakistan. Diakses tanggal 2014-08-09.
  5. ^ Yamamoto, Kyosuke (9 Agustus 2014). "Nagasaki marks 69th anniversary of its atomic bombing"Asahi Shimbun. Diakses tanggal 2014-08-09.
  6. ^ US diplomatic cable reporting the ruling
  7. ^ My Life: Interview with former Hiroshima Mayor Takashi Hiraoka, Part 10, Chugoku Shimbun
  8. ^ Mikiso Hane (2001). Modern Japan: A Historical Survey. Westview Press. ISBN 0-8133-3756-9.
  9. ^ Hibakusha: A Korean's fight to end discrimination toward foreign A-bomb victims, Mainichi Daily News. 9 Mei 2008.
  10. ^ a b c Wake, Naoko. "Japanese American Hibakusha," Densho Encyclopedia. Diakses pada 5 Agustus 2014.
  11. ^ "Nagasaki memorial adds British POW as A-bomb victim"The Japan Times. August 9, 1945. Diakses tanggal 9 Jan 2009.
  12. ^ [1] Referensi ini juga merupakan daftar dari setidaknya tiga tahanan perang lainnya yang meninggal pada 9-8-1945
  13. ^ "CWGC :: Casualty Details". Cwgc.org. Diakses tanggal 9 Jan 2009.
  14. ^ "CWGC :: Casualty Details". Cwgc.org. Diakses tanggal 9 Jan 2009.
  15. ^ [2] does not tell if these were Nagasaki casualties
  16. ^ "Two Dutch POWs join Nagasaki bomb victim list"The Japan Times. 9 Agustus 1945. Diakses tanggal 9 Jan 2009.
  17. ^ [3]
  18. ^ It Gave Him Life—It Took It, Too Situs web Marinir Perdagangan Amerika Serikat.org
  19. ^ "How Effective Was Navajo Code? One Former Captive Knows"News from Indian Country, Agustus 1997.
  20. ^ "Twice Bombed, Twice Survived: Film Explores Untold Stories from Hiroshima & Nagasaki". Columbia University. 2 Agustus 2006. Diakses tanggal 2009-03-31.
  21. ^ Japan Confirms First Double A-Bomb Survivor
  22. ^ "Man who survived two atom bombs dies". CNN. 8 Januari 2010. Diakses tanggal 2010-01-08.
  23. ^ Simons, Lewis M. (June 7, 1984). "Children of Hiroshima, Nagasaki survivors facing prejudice, discrimination in Japan". Ottawa Citizen. Knight-Rider News. Diakses tanggal 29 January2016.
  24. ^ "Prejudice haunts atomic bomb survivors"Japan Times. Diakses tanggal 2007-08-25.
  25. ^http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/78218/1/9789241505130_eng.pdf World Health Organization report. page 23 & 24 internal
  26. ^ http://jama.ama-assn.org/content/268/5/661.short The Children of Atomic Bomb Survivors: A Genetic Study. 1992. No differences were found (in frequencies of birth defects, stillbirths, etc), thus allaying the immediate public concern that atomic radiation might spawn an epidemic of malformed children.
  27. ^ Teratology in the Twentieth Century Plus Ten
  28. ^http://www.nature.com/bjc/journal/v88/n3/full/6600748a.html
  29. ^ Terkel, Studs (1984). The Good WarRandom House. hlm. 542.
  30. ^ "Welcome to HIDANKYO". Japan Confederation of A- and H-Bomb Sufferers Organization (Nihon Hidankyo) website. Diakses tanggal 2007-08-31.
  31. ^ Hibakusha Portraits, The Daiwa Anglo-Japanese Foundation, London, 2012
  32. ^ Carl Randall Bio, www.carlrandall.com, London, 2012

Bacaan tambahanSunting

Pranala luarSunting

kiasan

sangat cantik dan sempurna. Wajahnya bak rembulan, badannya seperti gitar Spanyol dan betisnya bak padi bunting  Bagai air di daun keladi  D...