Pada akhir 1980-an, K.H. Saifuddin Zuhri memiliki kebiasaan baru yang tidak diketahui oleh putra-putrinya. Setiap habis shalat dhuha, sekitar pukul 09.00, dia keluar rumah mengendarai mobilnya sendiri. Menjelang dzuhur tiba, dia sudah kembali ke rumah. Ke mana gerangan mantan Menteri Agama ini pergi? Dan untuk urusan apa?
Kegiatan ini berjalan cukup lama tanpa satupun anggota keluarganya mengetahui. Sampai suatu hari, salah seorang putranya berhasil memergoki apa yang dikerjakan oleh K.H. Saifuddin di luar rumah. Bukan kepalang kagetnya ketika sang putra mengetahui yang dikerjakan oleh ayahnya selama ini.
Rupanya, sehabis shalat dhuha, dia pergi ke pusat perdagangan Glodok, Jakarta Pusat. Tanpa harus merasa jatuh gengsi, dai berdagang beras kecil-kecilan. Sampai akhir hayatnya, tokoh yang satu ini hidupnya sangat bersahaja. Semasa menjadi pejabat dan tokoh penting, sangat berpantangan dengan budaya aji mumpung. Seandainya dia mau, boleh jadi pada akhir tahun 1980-an itu dia tidak perlu harus keluar rumah setiap pagi untuk menjadi pedagang kecil dan menjual beras.
No comments:
Post a Comment