Friday, July 24, 2020

buku virus

BUKU VIRUS !!!
Kepada sahabat MKHD dimanapun berada diharapkan, jika didalam menuliskan, menerangkan, menyebarkan berita, kisah seputar sejarah Ulama Pejuang 45 K.H. Darip Klender, agar tidak mengambil sumbernya itu dari buku berbahasa Inggris yang berjudul "Gangsters and Revolutionaries The Jakarta people's militia and the Indonesian Revolution 1945-1949" karya Robert Cribb, dan kemudian dicetak dan diterbitkan kembali kedalam bahasa Indonesia oleh Komunitas Bambu (Kobam) yang didirikan oleh sejarawan JJ. Rizal dengan judul "Para Jago dan Kaum Revolusioner Jakarta 1945-1949" serta yang terkait dengan buku-buku tersebut.
Karna setelah kami cermati dengan seksama, buku-buku tersebut sangat banyak keliru dan salah didalam mencatat sepak terjang perjuangan K.H. Darip dan hanya menjadi virus yang berbahaya bagi generasi pembaca dan pendengar. Sebab Robert Cribb mengambil keterangan narasumber pada buku-bukunya itu dari dokumen KNIL (pengkhianat bangsa, dll) serta kalangan para pejuang yang tidak sepaham / tidak sejalan dan merupakan antek-antek penjajah khususnya di daerah Jakarta, Karawang, Bekasi, Cikampek, Purwakarta, dst, yang barangkali pernah merasa terganggu/terhalangi/tersakiti dimasa perang karna sikap jujur, tegas, dan berani daripada seorang K.H. Darip yang tercatat resmi di Dewan Harian Daerah "Angkatan 45" DKI Jakarta sebagai pejuang murni dan suci semasa menegakkan kemerdekaan Indonesia. Seperti disebutkan dalam buku tersebut kalau K.H. Darip pernah memimpin pemogokan buruh kereta api yang diorganisir Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1923, dan itu sangat tidak dibenarkan dan merupakan fitnah keji yang ditujukan kepada K.H. Darip..!!! Tidak menutup kemungkinan, saat Robert Cribb berkeliling mendatangi narasumber-narasumber di Jakarta dan sekitarnya untuk dijadikan bahan tulisan pada bukunya itu, Robert Cribb juga datang kerumah K.H. Darip, dan sangat besar kemungkinan juga Robert Cribb mengalami penolakan dari K.H. Darip. Sebagaimana didalam catatan Ibu Titiek WS. wartawati yang berhasil mewawancarai K.H Darip pada tahun 1976, didalam catatannya/rekaman suara yang kini berada di Museum Gedung Juang '45 Menteng Cikini, menyebutkan K.H. Darip berkata, "Puluhan wartawan datang kemari untuk mewawancarai saya, tapi saya tolak. Perjuangan yang saya baktikan bukan untuk dibicarakan. Saya berjuang semata-mata demi kemerdekaan bangsa dan negara."
Dan kami menghimbau para sahabat BSKD agar jangan pernah percaya dan turut menyebarkan tulisan atau keterangan sejarah yang disampaikan siapapun tentang K.H. Darip Klender, yang bersumber dari buku ini maupun yang terkait dengannya.
Karnanya kami melawan..!!!
Salam perjuangan sahabat BSKD...!!!
Sekali merdeka tetap merdeka...!!!
Tolong sebarkan...!!!
Terima kasih.

No comments:

Post a Comment

kiasan

sangat cantik dan sempurna. Wajahnya bak rembulan, badannya seperti gitar Spanyol dan betisnya bak padi bunting  Bagai air di daun keladi  D...