Wijayakusuma berasal dari dua kata, yakni wijaya dan kusuma. Dalam bahasa Jawa Kuno, wijaya berarti kemenangan/keberhasilan dan kusuma berarti bunga.
Bunga Wijayakusuma mempunyai khasiat untuk meredam rasa sakit serta menetralisir pembekuan darah. Bunga ini juga mempunyai daya mempercepat penyembuhan luka abses.
Caranya mudah, tinggal menumbuk satu helai daun Wijayakusuma, lalu oleskan pada luka dan setelah itu gunakan perban untuk membungkus luka yang telah diolesi tumbukan daun.
Selain itu, bunga ini juga dapat mengobati bisul, cukup menempelkan bunganya pada bisul tersebut sebelum tidur dan melakukannya secara teratur. Wijayakusuma juga bisa digunakan sebagai obat anti radang, obat batuk, juga pendarahan (hemostatis)
Khasiat lainnya adalah mengatasi tuberkulosis paru dengan batuk asma, batuk darah dan muntah darah.
Dalam mitologi Jawa, tumbuhan ini dianggap pohon sakti dan dapat menghidupkan orang mati. Kalangan masyarakat Yogyakarta dan Surakarta, khususnya Keraton, percaya bahwa seorang Raja yang akan naik tahta, haruslah memiliki bunga wijayakusuma sebagai syarat. Bunga ini juga dipercaya sebagai pusaka keraton Dwarawati titisan Wisnu.
Karena peranannya yang cukup signifikan dalam kebudayaan Jawa, bunga wijayakusuma menginspirasi banyak kesenian rupa, khususnya berkaitan dengan ornamen atau ragam hias. Ragam hias berbentuk kuncup bunga wijayakusuma seringkali dipakai untuk menghiasi pagar-pagar di Jawa, seperti kantor pemerintahan, Keraton, sekolah dll. Selain itu, terdapat batik bermotif bunga wijayakusuma yang diangkat sebagai batik khas Cilacap.
No comments:
Post a Comment